Semarang – Pasca pengukuhan pengurus baru, Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Pendidikan Agama Islam (PAI) Provinsi Jawa Tengah langsung menggelar seminar penguatan kapasitas organisasi di Balai Bahasa Jawa Tengah, Rabu (17/09/2025). Seminar ini menghadirkan Jumala Multazam, seorang praktisi penyelenggaraan pendidikan sekaligus profesional trainer, yang membawakan materi bertajuk “Resistensi yang Tak Terlihat: Deteksi Dini dan Strategi Solusi untuk Organisasi yang Solid.”
Dalam pemaparannya, Jumala
Multazam menekankan bahwa resistensi dalam organisasi seringkali hadir dalam
bentuk yang tidak kasat mata, seperti sikap pasif, kurangnya komunikasi, maupun
perbedaan visi. Untuk itu, diperlukan deteksi dini serta strategi solutif yang
berbasis komunikasi sehat, kepercayaan, dan kerja sama. Menurutnya, organisasi
akan mampu menjadi solid jika seluruh anggotanya memiliki kesadaran untuk terus
saling menguatkan.
Seminar ini mendapat apresiasi positif dari para peserta. Salim, salah satu pengurus Pokjawas PAI Jawa Tengah, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperkuat kebersamaan dan sinergi di tubuh organisasi. Ia menegaskan pentingnya komunikasi yang terus terjalin dengan baik, seraya mengingatkan bahwa komunikasi harus selalu dilandasi prasangka baik (husnudzan) agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat melemahkan persaudaraan.
Dengan adanya seminar pasca
pengukuhan ini, Pokjawas PAI Jawa Tengah diharapkan semakin solid dalam
melaksanakan tugasnya sebagai garda terdepan pengawasan mutu pendidikan agama
Islam. Langkah nyata berupa peningkatan kapasitas pengurus melalui kegiatan seminar
ini menunjukkan komitmen Pokjawas PAI untuk terus bergerak, berinovasi, dan
menjaga harmoni dalam mengawal pendidikan yang berkualitas di Jawa Tengah.

Komentar
Posting Komentar