Pengawas Pendidikan Agama Islam
(PAI) Kabupaten Banyumas, Dudiyono, melakukan komunikasi intensif dengan dosen
pembimbing skripsi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Al Ghazali Cilacap pada
Jumat, (19/09/2025). Langkah ini dilakukan untuk mencari solusi atas kendala
dan hambatan yang dihadapi guru binaan yang sedang menempuh studi S-1. Diskusi
tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan agar para guru mampu menyelesaikan
skripsi dengan lancar.
Dalam kesempatan itu, Dr. Dudiyono, M.Pd.I menegaskan pentingnya sinergi antara pengawas, dosen pembimbing, dan guru
binaan agar proses akademik berjalan efektif. Menurutnya, guru PAI yang sedang
menempuh S-1 seringkali menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara tugas
mengajar, keluarga, dan penyelesaian skripsi. Oleh karena itu, komunikasi yang
terbuka dengan dosen pembimbing dinilai sangat menentukan keberhasilan studi.
Selain itu, Dr. Dudiyono, M.Pd.I juga memberikan motivasi kepada para guru PAI yang belum menempuh studi S-1. Ia menekankan bahwa gelar sarjana merupakan syarat utama untuk mengikuti Program Profesi Guru (PPG) yang wajib ditempuh oleh setiap pendidik. Dengan demikian, penyelesaian studi S-1 menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan karier guru PAI.
Dudiyono mengajak para guru untuk memiliki semangat juang yang kuat dalam menyelesaikan pendidikan. Ia berpesan agar guru selalu komunikatif dengan dosen, rajin mengikuti bimbingan, mampu meluangkan serta membagi waktu dengan bijak, konsisten dalam menjalani proses, serta memiliki spirit yang tinggi demi menyelesaikan studi. “Jika ada niat yang kuat, insyaAllah semua hambatan bisa diatasi,” ungkapnya memberi dorongan.

Komentar
Posting Komentar